Mata pencaharian

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Cihaur  dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada Tabel 6.

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Cihaur  jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 32,27 %. Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 16,2 % dari total jumlah penduduk.

Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 10,1 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 32,27 % dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 6,1 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 36,14% dari total jumlah penduduk.

Terbanyak ketiga adalah Buruh Kebun dengan 5,5 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 36,14 % dari total jumlah penduduk. Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI, pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan lain-lain.

Tabel 3. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Desa Cihaur  Tahun 2019

No.Jenis PekerjaanJumlahProsentasedari Total Jumlah Penduduk
1Petani100313.54%
2Buruh Tani3845.18%
3Pekebun/Buruh Kebun3865.21%
4Pedagang3364.54%
5Karyawan Swasta1081.45%
6Wiraswasta4025.43%
7Sopir540.72%
8Pensiunan : PNS/TNI/POLRI40.09%
9PNS120.17%
10TNI/POLRI10.01%
11Mengurus Rumah Tangga258234.89%
12Pelajar114715.49%
13Mahasiswa70.09%
14Tidak / Belum Bekerja97513.16%
 Jumlah        7340100%

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Cihaur  memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Cihaur  secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain.